KEGIATAN SEKOLAH
PEMUKULAN GONG TANDAI PERAYAAN HUT SMANSAPRAMA KE-28 Minggu, 01 Februari 2026
KEGIATAN SEKOLAH
TINGKATKAN ANIMO KULIAH SMANSAPRAMA GELAR EDU EXPO Minggu, 01 Februari 2026
JUMAT RELIGI
SMANSPRAMA Adakan Jumat Berbudaya Religi Minggu, 25 Januari 2026
Pendidikan
20 Jurusan S1 dan D4 Sepi Peminat di UGM, Acuan Daftar SNBP 2026 Jumat, 23 Januari 2026
Gambar : Gambar: Pengajian peringatan Isra Miraj berlangsung di SMA Negeri 1 Pracimantoro Gelar Jumat Berbudaya Religi dan bersamaan kegiatan keagamaan non-Islam, Jumat (23/1/2026). (photo by. Smansaprama Media)
SMANSAPRAMA MEDIA — Jumat [23/01/2026], SMA Negeri 1 Pracimantoro kembali menggelar kegiatan Jum’at Berbudaya Religi yang dilaksanakan di lapangan sekolah. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Pada jadwal semula, sekolah merencanakan Jum’at Berbudaya Bersih, namun agenda tersebut disesuaikan dengan peringatan hari besar keagamaan. Kegiatan diikuti oleh seluruh warga sekolah dengan pembagian aktivitas sesuai dengan agama masing-masing.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Supardi, S.Pd. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa dalam Kurikulum Merdeka terdapat delapan dimensi Profil Pelajar Pancasila, salah satunya adalah dimensi beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia.
Menurutnya, pendidikan tidak terlepas dari pembentukan karakter spiritual agar peserta didik memiliki keseimbangan antara pengetahuan, sikap, dan nilai-nilai keimanan dalam kehidupan sehari-hari.
Ceramah Isra Mi’raj disampaikan oleh Ustadz Junendra Rahmad dengan tema “Pembentukan Karakter Religius Siswa Melalui Kegiatan Pengajian.” Dalam penyampaiannya, Ustadz Junendra menjelaskan bahwa peristiwa Isra Mi’raj terjadi pada masa yang berat dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW, setelah beliau kehilangan orang-orang terdekat dan menghadapi berbagai penolakan serta perlakuan kejam.
Meski berada dalam situasi tersebut, Nabi Muhammad SAW tetap teguh dalam dakwah dan ketaatan kepada Allah. Kisah ini disampaikan sebagai teladan agar siswa mampu bersikap istiqamah, sabar, dan memiliki keteguhan iman dalam menghadapi berbagai tantangan.
Sementara itu, siswa non-Islam mengikuti kegiatan kerohanian sesuai dengan keyakinan masing-masing. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan ruang pembinaan spiritual bagi seluruh peserta didik.
Salah satu siswa kelas XI.7, Alin Okta Safitri, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberinya pemahaman baru mengenai peristiwa Isra Mi’raj. Ia mengaku mendapatkan pengetahuan tentang perjalanan Nabi Muhammad SAW serta makna kewajiban salat lima waktu dalam kehidupan sehari-hari. (Fajri Gina Oktara/ Fase F XI-1).